ini AKU

Jalan jauh menyusuri jalan raya,
Menikmati hidup di panasnya mentari,
Menikmati sunyi berselimutkan dingin,
Bisingnya siang mengajarkan aku untuk tenang,
Heningnya malam membawa aku ke alam kedamaian,
Hirup udara di sekitar hidungmu,
Lepaskan pandanganmu sejauh yang kau mau,
ini aku,
hanya ada bila kau mau,

Kesendirianmu bukan untuk membuatmu ragu,

Kebersamaanmu tidak untuk membuatmu kaku,

Sampai dimana aku mengadu?,

Kebisingan dan kesepian malam itulah aku,
Raih dan nikmati,

lakukan dan berlalulah.






Kamis, 27 Januari 2011

BATU NISAN PERDAMAIAN

Perdamaian…. 
Perdamaian…. 
Nyanyian celoteh para penguasa…. 
Segala cara di paparkan… 
Terbang dan melayang di usahakan… 
Tikus-tikus bernyanyi… 
Pangungpun telah berdiri… 
Semangat yang penuh nafsu… 
Menerkam kaum yang memang haus… 
Perdamaian… 
Perdamaian…. 
Nina bobok untuk bayi yang merana… 
Gelombang pasang yang siap menerkam… 
Menanti di simpang bencana… 
Uang, dewa yang membutakan… 
Antar manusia yang seperti binatang… 
Melumat arti hati nurani… 
Tak kenal pandangan terus menerjang… 
 Persetan dengan perdamaian… 
Batu nisan telah tertancapkan… 
Oleh tangan manusia sendiri… 
Wangi bunga yang ditabur hanya menyesakkan… 
Perdamaian… 
Perdamaian… 
Kata yang di nanti-nanti… 
Tapi tak kunjung terbukti….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar